Bagasi motor kerap menjadi solusi praktis bagi pengendara untuk membawa berbagai barang selama perjalanan. Namun, letaknya yang berdekatan dengan mesin membuat suhu di dalam bagasi cenderung lebih tinggi dan sirkulasi udara terbatas.
Kondisi ini membuat pengendara perlu lebih cermat dalam menata dan memilih isi bagasi agar tetap aman serta mendukung kenyamanan berkendara.
Tips pertama, hindari menyimpan barang yang sensitif terhadap panas. Barang seperti powerbank sebaiknya tidak disimpan di bagasi motor. Powerbank menggunakan baterai lithium yang sensitif terhadap suhu tinggi. Paparan panas di ruang tertutup, ditambah getaran dan benturan selama perjalanan, berisiko menyebabkan overheating, gangguan sirkuit, hingga kerusakan baterai. Untuk lebih aman, powerbank disarankan dibawa di tas pribadi atau disimpan di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
Kedua, tidak menyimpan benda bertekanan di dalam bagasi. Korek api gas termasuk barang yang perlu dihindari. Kandungan butana cair bertekanan tinggi di dalam korek dapat bereaksi terhadap panas mesin motor, sehingga meningkatkan tekanan di dalam tabung dan berpotensi menimbulkan kerusakan. Meski berukuran kecil, menyimpan korek api di bagasi sebaiknya dihindari demi keselamatan.
Ketiga, perhatikan risiko pada perangkat elektronik dan produk cair. Perangkat elektronik seperti handphone juga tidak ideal disimpan di bagasi motor. Suhu ekstrem dapat memengaruhi performa dan usia baterai, sementara guncangan berisiko merusak komponen internal. Jika terpaksa menyimpannya, ponsel disarankan dalam kondisi mati dan terlindungi, meski tetap lebih aman dibawa di tempat yang sejuk. Selain itu, produk makeup atau kosmetik sebaiknya tidak disimpan di bagasi karena mudah meleleh, berubah kualitas, dan berisiko bocor akibat panas mesin.
Keempat, manfaatkan bagasi untuk perlengkapan darurat berkendara. Bagasi motor justru ideal digunakan untuk menyimpan perlengkapan yang mendukung kebutuhan darurat. Toolkit standar motor seperti kunci pas, kunci L, kunci busi, obeng, dan tang sangat berguna untuk perbaikan ringan di perjalanan, seperti mengencangkan baut atau memeriksa bagian motor yang longgar.
Kelima, simpan perlengkapan penunjang cuaca dan perawatan. Jas hujan menjadi perlengkapan penting yang sebaiknya selalu tersedia di bagasi, dengan catatan disimpan dalam kondisi kering agar tidak menimbulkan jamur atau bau. Selain itu, lap microfiber juga bermanfaat untuk membersihkan debu, mengeringkan sisa air, atau merawat jok serta bagian motor lainnya tanpa menimbulkan goresan.
Dan terakhir namun tidak kalah penting, lengkapi bagasi dengan komponen dan alat bantu darurat. Busi cadangan dapat menjadi penyelamat saat terjadi gangguan pengapian di perjalanan. Begitu pula dengan senter yang berfungsi sebagai perlengkapan esensial saat menghadapi kondisi gelap, membantu pengendara melihat bagian motor atau mencari barang dengan lebih aman tanpa harus mengandalkan cahaya handphone.
Sofiyan Hazri, Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara, dengan semangat Satu Hati menjelaskan bahwa #cari_aman juga dapat diterapkan melalui perhatian terhadap hal-hal sederhana seperti isi bagasi. “Bagasi memang dirancang untuk membawa barang, tetapi pengendara juga perlu memahami batasannya. Dengan menyesuaikan isi bagasi, perjalanan bisa terasa lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
