Tetap #cari_aman di Malam Hari, Ini 4 Tips Berkendara yang Perlu Diperhatikan

Berkendara sepeda motor pada malam hari membutuhkan kewaspadaan lebih karena kondisi jalan yang berbeda dibandingkan siang hari. Pencahayaan yang terbatas dan jarak pandang yang lebih pendek membuat pengendara perlu mempersiapkan diri dengan baik agar tetap #cari_aman selama perjalanan.

Pertama, persiapan sebelum berkendara menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan. Pengendara perlu memastikan seluruh sistem pencahayaan sepeda motor berfungsi normal, mulai dari lampu utama, lampu rem, hingga lampu sein. Kondisi ini penting agar jalan di depan terlihat jelas sekaligus membuat pengendara lebih mudah dikenali oleh pengguna jalan lain. Untuk mendukung penglihatan, penggunaan visor bening atau kacamata khusus malam sangat dianjurkan. Selain itu, pakaian berwarna terang atau memiliki unsur reflektif dapat membantu meningkatkan visibilitas saat berkendara di malam hari.

Menanggapi hal ini, Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara, Wan Muhammad Fahreza menekankan bahwa kesiapan kendaraan dan perlengkapan berkendara menjadi kunci agar perjalanan malam lebih aman. “Lampu yang berfungsi optimal dan perlengkapan berkendara yang sesuai membantu pengendara lebih siap menghadapi kondisi jalan serta potensi risiko yang muncul,” ujarnya. Dengan kata lain, keselamatan dimulai dari persiapan yang matang sebelum keberangkatan.

Kedua, saat di jalan, pengendara disarankan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi sekitar. Jarak pandang yang terbatas membuat pengendara perlu lebih berhati-hati, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, dan selalu waspada terhadap jalan rusak, lubang, atau hewan yang menyeberang. Hindari menatap langsung sorot lampu dari arah berlawanan agar tidak silau dan tetap fokus pada jalan.

Ketiga, kondisi fisik dan konsentrasi pengendara juga memegang peranan penting. Jika mulai mengantuk, sebaiknya menepi dan beristirahat sejenak daripada memaksakan diri. Penggunaan ponsel saat berkendara sebaiknya dihindari agar perhatian tetap tertuju pada situasi lalu lintas, terutama saat melewati persimpangan dan jalan sepi.

Keempat, keamanan tambahan juga tidak kalah penting. Memilih rute yang ramai dan terang, menggunakan kunci ganda saat berhenti, serta menyimpan barang berharga di tempat aman dapat membantu mengurangi risiko.

Dengan semangat Satu Hati, Wan Muhammad Fahreza menambahkan bahwa sikap tenang dan antisipatif menjadi kunci berkendara malam hari. “Persiapan kendaraan, kondisi pengendara, perlengkapan berkendara, serta cara berkendara yang aman menjadi kunci utama. Dengan menerapkan prinsip #cari_aman secara konsisten, risiko di jalan bisa diminimalkan,” ujarnya.

Share: